3 4

Di beberapa perbincangan, atau momen saat beberapa lagu yang bermakna dalam tak sengaja terputar, menggiring saya pada kesadaran bahwa posisi pihak ketiga yang tak terlibat langsung pada hidup masing-masing peran yang sarat akan tragedi.
Kehidupannya begitu monoton, saya sebut itu tragedi, sedangkan saya sibuk dengan hidup yang sangat komedi, walau tragedi dan komedi memang hanya soal perspektif. Namun saya rasa, hidupnya punya arus emosi yang sangat deras, dan membuat ia sesekali menjadi pemarah dan emosional, semoga saya salah.
Bagi saya, ada dua cara untuk tetap hidup pasca mengalami trauma atau duka yang mendalam, pertama adalah berangkat dan pergi menjauh dari hal yang menyelipkan masa lalu, kedua, tenggelam didalamnya dan menjalani hidup seperti biasa dengan menderita.
34 jam menjamah rasa, yang saya dapat bukanlah tentang cinta, melainkan tentang hidup itu sendiri, tentang bagaimana berusaha menghadapi realita hidup yang terkadang tragis namun tak bisa dihindari.
J.G
0 komentar