Damailah Masa, Lalu?

Sesungguhnya saya bukan manusia yang pandai bermukadimah, saya tidak tahu cara membuka cerita dengan baik, atau menulis 'sesuatu' agar menarik, okay, pada dasarnya saya bukan orang yang menarik, baiklah.
Rotasi jarum jam seolah sudah memiliki pola jauh sebelum saya lahir ke dunia, tua, teratur, dan mengatur, hingga dalam saat-saat tertentu tidak sedikit manusia mengambil jalan atau hal yang jauh lebih praktis untuk lari mengejar waktu. Sedang saya, membiarkan tubuh saya membusuk dibalik bilik beratap jerami, ditemani lagu-lagu berlirik tentang wanita mati didalam closet.
Saya tertidur di siang hari, and wake up at 2 am, mencuci muka, memakan kadaver, dan kemudian merayakan ketidakbergunaan yang semakin menghimpit lini otak, yang pada akhirnya mengaburkan segalanya, lalu, begitu setiap hari.
Apakah terdengar nyata? jelas saja tidak, siapa yang mau memakan mayat manusia?, hanya saja derita seperti itulah saat terbangun dari tidur pukul 2 pagi, ini dikarenakan satu dan lain hal, alkohol, playlist musik, dan menyadari bahwa saya benar-benar bukan tunahistoris. Saya takut untuk kembali tidur, jika saya tidur, hari esok pasti hadir lebih cepat.
02.00 a.m
Saya memutar balik rotasi jam yang ada di dalam kepala saya kearah berlawanan, I'm trying to make a time machine inside my head, membayangkan semua orang berjalan mundur, dan berbicara kalimat menjadi tamilak, ...... just kidding !. Saya membuat mesin waktu, untuk mengembalikan setiap momen dimana semuanya masih terasa baik-baik saja, seperti Benny yang tidak jadi bunuh diri. namun, ada sekelumit hal yang selalu melesat entah di bagian otak saya yang sebelah mana, terasa sakit, ada sosok-sosok tertentu yang berada di tempat atau peristiwa penting di masa lalu, ternyata semesta selalu menyuguhkan cerita pahit saat saya mulai berani lagi untuk melawan waktu. Namun, siapa yang mampu hidup saat masa lalu selalu menyeret dan berusaha mengurungmu dalam ruang sesak? tidak kamu, pun saya. "ini tidak akan selalu seperti ini sampai kau berani mendobrak habis batas masa lalumu yang kelam!" ucap saya pada diri saya sendiri, ucapannya sarat akan rasa lelah, ya.., saya lelah, mungkin satu-satunya obat paling nyata adalah menyadari bahwa waktu memang diciptakan dengan syarat mampu membawa manusia untuk ber-diakronik, lalu kemudian, manusia hanya harus menerima.
02.00 a.m
Saya memutar balik rotasi jam yang ada di dalam kepala saya kearah berlawanan, I'm trying to make a time machine inside my head, membayangkan semua orang berjalan mundur, dan berbicara kalimat menjadi tamilak, ...... just kidding !. Saya membuat mesin waktu, untuk mengembalikan setiap momen dimana semuanya masih terasa baik-baik saja, seperti Benny yang tidak jadi bunuh diri. namun, ada sekelumit hal yang selalu melesat entah di bagian otak saya yang sebelah mana, terasa sakit, ada sosok-sosok tertentu yang berada di tempat atau peristiwa penting di masa lalu, ternyata semesta selalu menyuguhkan cerita pahit saat saya mulai berani lagi untuk melawan waktu. Namun, siapa yang mampu hidup saat masa lalu selalu menyeret dan berusaha mengurungmu dalam ruang sesak? tidak kamu, pun saya. "ini tidak akan selalu seperti ini sampai kau berani mendobrak habis batas masa lalumu yang kelam!" ucap saya pada diri saya sendiri, ucapannya sarat akan rasa lelah, ya.., saya lelah, mungkin satu-satunya obat paling nyata adalah menyadari bahwa waktu memang diciptakan dengan syarat mampu membawa manusia untuk ber-diakronik, lalu kemudian, manusia hanya harus menerima.
0 komentar