NGANU
Pada tulisan ini, saya mencoba bermain-main dengan waktu, namun bukan sebuah logikal tekstual yang mengerucut pada suatu peristiwa atau apapun yang telah terjadi, anggap saja ini racauan anak ingusan saat kelaparan.
Sebuah kisah yang terlahir oleh Semesta pada tahun kelam, dengan susunan narasi yang tertulis disetiap tumpukan kertas bekas yang telah didaur ulang, di setiap teks narasi selalu ada bayang-bayang kata dari kertas lama. Narasi yang tersusun rapi sulit terbaca, hingga Pemeran kacau ditengah jalan, yang terbaca hanya cerita lama, Pemeran mengamuk dan menumpahkan segelas beer-nya yang berakibat kertas daur ulang hancur tak karuan. Pemeran mencoba menjadi sutradara sekaligus pemeran, tanpa narasi, lalu, spontanitas membawanya pada pertemuan, dengan sosok yang membentuk skema tanpa batas dan membawa angin segar, mengajarkan Pemeran membunuh waktu dan menjadikan mendengar musik adalah proses spiritual. Sejak saat itu, bagaimana bisa, lagu-lagu tentang rasa sakit tidak lagi membawa rasa sakit. Terima kasih telah hadir.

0 komentar