.
Kesedihan itu tumbuh dengan usia,
ia menjadi dewasa,
menghidupi hidup dengan segala romansanya,
membiarkan nasib dan takdir ikut masuk dan bergumul didalamnya.
Berkat kesedihan yang semakin kian tumbuh,
dunianya menjadi kadung gelap,
ia tak tahu bagaimana menciptakan jalan keluar,
ia tak tahu apakah jalan keluar adalah sesuatu yang bisa dicari,
apakah ada seseorang yang akan membuangnya disisi jalan?
apakah ada yang akan membagikannya kepada orang membutuhkan?
ia hampir membuntungi kepalanya sendiri demi sebuah jalan keluar,
adakah yang memiliki jalan keluar lebih?
jika ada, sehebat apa orangnya?
Dunianya telah berbeda,
keheningan memanjang,
ia sepenuhnya melupakan,
melupakan bahwa kebahagiaan pernah ada,
kakinya memijak ke tempat dimana tak seorangpun takjub pada dirinya,
pada dirinya, ada kosong yang perih di sekujurnya.
Namun, biarkan lah ia tumbuh bersama kesedihannya,
saya menikmati setiap serapan yang tersusun didalamnya,
tempat saya pulang saat keriuhan sudah tak dapat diredam.
J.G






"