R IS K

Sebagai anak muda yang hidup di jaman teknologi dan networking, beberapa persen pertumbuhan pola pikir gue didominasi oleh teknologi dan networking itu sendiri. Teknologi yang gue punya dulu itu adalah handphone jadul hingga upgrade ke handphone yang canggih, komputer jadul hingga berubah ke laptop, networking yang gue mainin itu Friendster, Facebook, Blog, dll, lalu sekarang ditambah dengan platform-platform berita yang bikin kita mudah buat baca tanpa mesti langganan atau beli koran.
Awalnya gue senang dan sangat enjoy dengan segala 'meriah'nya dunia teknologi networking, apalagi waktu boomingnya twitter. Saat itu gue salah satu orang yang seneng vokal dalam issue positive yang lagi hits, gue me-retweet setiap tweet orang-orang yang menurut gue berpengaruh. Dan disanalah gue mulai banyak berpikir dan banyak bahasan obrolan gue sama orang lain itu based on twitter issue, iya .... se-berpengaruh itulah social media di hidup gue.
Tapi, setelah beberapa tahun ini gue 'nyebur' di social media, gue tidak lagi menemukan 'meriah'nya social media yang ada pada waktu itu, dimana isinya masih guyonan dan kultweet yang isinya benar-benar menambah pengetahuan.
Apa kabar social media saat ini? Riskan !
Berita kecil dapat menjadi besar dalam hitungan jam bahkan menit !
Ini bagus, JIKA, berita yang dibesar-besarkan atau disebar luaskan adalah berita yang dapat dipertanggung jawabkan dan tidak menjadi bahan bakar untuk timbulnya kebencian. Karena ini bahaya, menurut gue jaman sekarang itu banyak banget berita-berita yang dipelintir hingga menjadi hoax.
Terus? Dampaknya apaan?
Dampaknya adalah, orang-orang yang belum 'pinter' main social media bakal gampang banget 'kebakaran' dengan berita-berita yang disajiin di social media, misal, ada orang memposting atau me-repost sesuatu tanpa melampirkan bukti concrete, dan seketika itu bisa menjadi sumber terpercaya buat orang-orang yang emang belum 'pinter' main social media. and then mereka menyebarkan itu di setiap akun social medianya. Atau, mereka menjadi seseorang yang judgemental, gampang banget bully-ing someone that they don't even know.
Yang gue rasakan tentang social media sekarang adalah, bukan lagi tempat bersosial antara satu individu dengan yang lainnya, bukan lagi tempat yang hangat untuk berlama-lama di dalamnya, melainkan tempat penggiringan opini masyarakat terhadap sesuatu, yang gue sayangkan adalah, sesuatu itu adalah issue-issue sara atau sesuatu yang bisa menjadi bahan bakar kebencian. Yang gue sayangkan lagi ialah, masih banyak banget orang-orang yang gampang kegiring, lalu cepat membenci sesuatu atau seseorang hanya dengan sebuah cerita yang tidak di dukung dengan bukti concrete.
Jaman sekarang tuh apa sih yang bisa di percaya? ada banyak atau cuma guenya aja yang apatis, ya? karena menurut gue kadang platform-platform berita terpercaya aja masih suka melintirin berita, apalagi akun-akun social media! yang jelas-jelas registrasi akun baru itu cuma butuh beberapa menit dan TADAA! jadi!.
So guys, gue juga belom 'pinter' kok!, tapi setidaknya gue memilah-milah apa aja yang bisa di konsumsi, dan mencari banyak lagi referensi sebelum menyimpulkan atau mempercayai sesuatu.
J.G
Yang gue rasakan tentang social media sekarang adalah, bukan lagi tempat bersosial antara satu individu dengan yang lainnya, bukan lagi tempat yang hangat untuk berlama-lama di dalamnya, melainkan tempat penggiringan opini masyarakat terhadap sesuatu, yang gue sayangkan adalah, sesuatu itu adalah issue-issue sara atau sesuatu yang bisa menjadi bahan bakar kebencian. Yang gue sayangkan lagi ialah, masih banyak banget orang-orang yang gampang kegiring, lalu cepat membenci sesuatu atau seseorang hanya dengan sebuah cerita yang tidak di dukung dengan bukti concrete.
Jaman sekarang tuh apa sih yang bisa di percaya? ada banyak atau cuma guenya aja yang apatis, ya? karena menurut gue kadang platform-platform berita terpercaya aja masih suka melintirin berita, apalagi akun-akun social media! yang jelas-jelas registrasi akun baru itu cuma butuh beberapa menit dan TADAA! jadi!.
So guys, gue juga belom 'pinter' kok!, tapi setidaknya gue memilah-milah apa aja yang bisa di konsumsi, dan mencari banyak lagi referensi sebelum menyimpulkan atau mempercayai sesuatu.
J.G
0 komentar